Kamis, 07 April 2011

Tuntaskan Pengangkatan Honorer Jadi CPNS

Tuntaskan Pengangkatan Honorer Jadi CPNS (Jawa Pos, 29 Maret 2011)

JAKARTA Pemerintah tahun ini akan berupaya menyelesaikan pengangkatan tenaga honorer menjadi CPNS. Sebab, tahun depan diharapkan terjadi pertumbuhan nol (zero growth) CPNS dengan tidak lagi mengadakan perekrutan secara besar-besaran.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Evert Ernest Mangindaan menyatakan, tahun ini pemerintah berencana menghabiskan kuota pengangkatan honorer daerah sebagai bagian dari 200 ribu CPNS yang akan direkrut dalam seleksi tahun ini. ’’Masih ada beberapa ratus honorer yang diverifikasi dan akan dimasukkan dalam kuota CPNS 2011. Karena itu, tahun ini belum bisa (zero growth). Nanti 2012 baru bisa karena sudah masuk pada reformasi birokrasi,’’ tuturnya kemarin (28/3).

Kebijakan pertumbuhan nol itu berarti pemerintah hanya akan merekrut CPNS berdasar kebutuhan. ’’Berapa yang pensiun dan berhenti, akan kita isi supaya menjadi the right size and the right function,’’ tutur kader Partai Demokrat tersebut.

Jumlah PNS yang tepat ukuran dan fungsi akan memudahkan pemerintah untuk mengatur distribusi PNS. Dengan demikian, tidak ada lembaga negara yang mengalami kelebihan atau kekurangan pegawai. Karena itu, Mangindaan meminta lembaga negara dan pemerintah daerah untuk tidak sembarangan mengajukan kuota CPNS.

Sejumlah daerah mengalami kelebihan tenaga administrasi dan penata laporan keuangan, namun kekurangan insinyur. Ironisnya, daerah justru mengajukan lagi tambahan kuota tenaga administrasi. ’’Kan jadi lucu. Itu masih terjadi di beberapa daerah, sehingga perlu kita perbaiki,’’ ungkapnya.

Di tempat terpisah, Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengakui tahun depan kebijakan zero growth CPNS kembali diberlakukan. Jumlah PNS dan CPNS yang terdata saat ini sudah mencukupi. Apalagi tahun ini pemerintah akan kembali merekrut 200 ribu CPNS.

Kabaghumas BKN Tumpak Hutabarat menjelaskan, jumlah tenaga honorer yang tercatat saat ini mencapai 569.922 orang. Besarnya jumlah tenaga honorer itu terbagi menjadi dua kategori.

Dia mengakui upaya menuju zero growth tersebut masih terganjal peraturan pemerintah (PP) tentang pengangkatan tenaga honorer. PP tersebut hingga kini masih menyangkut di DPR. ’’Selama PP belum terbit, masih belum ada jaminan,’’ tegasnya.

BKN optimistis rancangan PP pengangkatan tenaga honorer yang masih digodok di DPR tersebut bisa digedok tahun ini. Jika asumsi itu berjalan tepat waktu, BKN mendata jumlah CPNS baru tahun ini akan melimpah. Diperkirakan, jumlah CPNS baru mencapai 769 ribu orang.

Setelah benar-benar masuk dalam tahap zero growth, Tumpak menyatakan pengajuan komposisi CPNS benar-benar sesuai dengan data pegawai yang pensiun, mengundurkan diri, dan mutasi. Selama ini usul jumlah CPNS yang diajukan badan kepegawaian daerah (BKD) ke BKN melalui Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN dan RB) selalu menggelembung. (wan/sto/jpnn/c5/nw)