Rabu, 25 Mei 2011

Web Kamus "Unggah-ungguhing" Bahasa Jawa Diciptakan

Bagaimana jika kamus bahasa Jawa berbasis web diciptakan secara lengkap? Pasti akan sangat membantu pelajar, ilmuan bahasa maupun pemerhati bahasa Jawa. Sigit Pambudi, mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Informatika Fakultas Teknik (FT) UNY angkatan 2007, berhasil menciptakan Kamus Bahasa Indonesia-Jawa berbasis Web dalam rangka penyusunan skripsinya.

Sigit menjelaskan ide penciptaan software itu diilhami dari keinginannya untuk belajar bahasa Jawa. Dia yang berasal dari daerah Jawa Barat juga prihatin karena sebagian masyarakat terutama generasi muda yang berasal dari rumpun suku bangsa Jawa tidak mampu lagi untuk menggunakan bahasa itu secara baik dan benar. "Adanya tingkatan dalam penggunaan bahasa Jawa (unggah-ungguhing basa) adalah salah satu faktor kerumitan dalam mempelajari bahasa ini," tambahnya.

Menurutnya, kamus ciptaannya memberikan informasi berupa terjemahan kata bahasa Indonesia-Jawa, Jawa-Indonesia, aksara Jawa dan Unggah-ungguhing basa Jawa. Tiap kata yang ditampilkan akan disertai dengan tingkatan penggunaanya dalam bahasa Jawa menggunakan deteksi pembeda warna yakni krama inggil (hijau tua), krama andhap (hijau), krama lugu (hijau muda), krama madya (jingga), krama ngoko (merah muda), ngoko (merah), kawi (cokelat).

Dalam penggunaanya, user harus memilih menu terlebih dahulu yakni menu Jawa-Indonesia yang  berfungsi mengartikan kata dari bahasa Jawa ke arti kata Indonesia atau sebaliknya Indonesia-Jawa. Setiap menunya termuat 6 tombol, yakni tombol home yang berfungsi untuk beralih ke halaman menu home, tombol Jawa-Indonesia atau Indonesia-Jawa.

Selanjutnya, tombol petunjuk sebagai bantuan untuk pengguna yang membutuhkan informasi tentang cara penggunaan  program, tombol "credit" sebagai bantuan untuk pengguna yang membutuhkan informasi tentang pembuat, tombol "cari" yang digunakan untuk eksekutor pencarian kata dan tombol terakhir adalah tombol "tambah kata" yang digunakan untuk menambah data kata.

Sigit masih terus berupaya mengembangkan ciptaannya. Dia berencana menambahkan efek suara untuk pengucapan tiap kata dan juga contoh penggunaan kata ke dalam sebuah kalimat.


*Sumber : Suara Merdeka, 21/05/2011